Curcol Si Rantau Kacau | #bookreview17

Nugraha Adi Putra - Curcol Si Anak Rantau

Judul: Curcol Si Rantau Kacau
Penulis: Nugraha Adi Putra
Penerbit: Bukune
Tahun terbit: 2012
Ketebalan: 196 hlm.
ISBN: 602-220-029-6

Bekantan menceritakan kisah konyol Ady, seorang anak asal Kalimantan yang merantau ke Jawa untuk menjadi mahasiswa Akuntansi. Perjalanan ini membawa banyak cerita, dari mulai pertama kali naik pesawat terbang, pertama kali naik kereta api, culture shock dengan makanan pedas, dan kisah cintanya yang mengenaskan. Belum lagi kisah-kisahnya sebagai mahasiswa Akuntansi, triknya menghadapi kuis-kuis dadakan, galaunya menghadapi mata kuliah yang sulit, dan kesehariannya nyemil kalkulator.


Ringan sekali. Dengan bahasa tutur yang kocak dan meledak-ledak oleh lelucon di mana-mana, buku ini terasa sangat menghibur. Cocok sekali untuk kita yang butuh ‘refreshing’ usai membaca buku sejarah, politik, hukum, atau mungkin roman-roman yang lumayan berat, menurut versi kita masing-masing. Saya pribadi memilih membaca buku ini usai mengkhatamkan Rich Dad, Poor Dad karya Robert T. Kiyosaki dan Sharon Lechter.

Cerita-cerita aneh, menggelikan, dan lucu yang bisa membuat kita terbahak-bahak, akan kita temui dalam buku kecil ini. Di antaranya kisah soal balada anak kos, kuis-kuis dadakan di semester awal kuliah, soal serunya naik kereta api pertama kali, kisah asmara yang kandas, galau semester 3 (katanya), hingga soal pengalaman jalan-jalan yang serba pas-pasan (baca: kere).

Meski begitu, penulis tidak lupa menyisipkan kritik-kritik sosial di dalamnya. Misalnya kalimat, “Jangan pernah ngantri bareng cewek-cewek di kantin, karena ketika ngantri, mereka bergerombol, pesanannya beragam, dan memutuskan akan makan apa sama lamanya dengan anggota DPR merumuskan Undang-Undang.” Atau kalimat, “Di kosan? Bikin air panas seribet ngurus KTP di kelurahan.”

Gaya tutur dan kekocakan dalam buku ini, terasa seperti Penjelajah Gagal karya Arobi, atau Poconggg Juga Pocong karya @poconggg yang pernah begitu viral di tahun 2011 silam.

  

Comments

Popular posts from this blog

Pembantaian PKI di Indonesia 1965—1966 | #bookreview45

Gie-Semeru-Ranu Kumbolo | #Prosa4

Percaya - Yang Kutahu Tentang Cinta | #bookreview6