Posts

Seharian di Pulau Magis A La Gorontalo (Pepaya Island Part 2)

Image
Baca part sebelumnya:  Mencari Kawan ke Pulau Pepaya (Pepaya Island, Part 1) Naik perahu dari pemberhentian tadi ke Pulau Pepaya memakan waktu sekitar 20--30 menit, tergantung cuaca dan besar ombak yang harus diterjang. Meskipun begitu, tidak ada yang membosankan untuk sekadar duduk di atas perahu kecil dengan sema-sema itu.  Sepanjang perjalanan, kami disuguhi bukit-bukit yang berbaris rapi di belakang dan samping kiri, juga pemandangan dua pulau yang kontras tepat di hadapan kami. Pulau Raja yang gagah menjulang, dan Pulau Pepaya yang mungil manis.  Selain itu, saat kami menuju ke sana, cuaca sedang cerah-cerahnya. Langit biru bersaput awan putih tipis, dan burung camar terbang melenguh, menjadi kawan kami kala itu.  Tak lama, lautan luas biru legam mulai berubah warna menjadi biru muda, lalu semakin bening, dan akhirnya kami sampai. Saya bersumpah pulau ini indah sekali! Saat kami tiba -bahkan sampai kami pulang lagi, tak ada manusia selain kami di pulau itu. Baga...

Mencari Kawan ke Pulau Pepaya (Pepaya Island, Part 1)

Image
  Memang benar, selalu ada waktu yang tepat untuk bertemu orang-orang tepat.  Beberapa waktu kemarin, saya memang sedang tidak baik-baik saja dan ingin melakukan perjalanan jauh-jauh. Lalu saya menghubungi beberapa kawan pejalan, dan akhirnya direspons positif oleh salah satu kawan. Tapi pada akhirnya saya juga yang membatalkan "jalan-jalan jauh" itu, karena mempertimbangkan biaya yang tidak sedikit. Akhirnya, saya merencanakan hal lain bersama kawan pejalan saya yang akrab saya sapa Kak Upik. "Pergi menyusuri pulau-pulau yang ada di Gorontalo saja kalau begitu!" Pikir saya, yang kemudian saya utarakan padanya. Dan ya, akhirnya itulah yang kami lakukan. Sebagai langkah awal, kami berencana ke Pulau Pepaya.  Awalnya, persiapan perjalanan ini cukup menguras tenaga. Bagaimana tidak? Perjalanan yang awalnya akan dilakukan 23 November kemarin, terpaksa harus batal. Banyak sekali halangannya, mulai dari kawan lain yang tidak jadi ikut serta; wacana perpindahan rute ke Pul...

Perempuan dan Kehidupan yang Menyesakkan | Kim Ji-yeong #bookreview28

Image
  Cho Nam-joo, Kim Ji-yeong Judul: Kim Ji-yeong Penulis: Cho Nam-joo Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit: 2019 Ketebalan: 192 halaman ISBN: 9786020636191   Kim Ji-yeong adalah anak perempuan yang terlahir dalam keluarga yang mengharapkan anak laki-laki, yang menjadi bulan-bulanan para guru pria di sekolah, dan yang disalahkan ayahnya ketika Ia diganggu anak laki-laki dalam perjalanan pulang dari sekolah di malam hari. Kim Ji-yeong adalah mahasiswi yang tidak pernah direkomendasikan dosen untuk pekerjaan magang di perusahaan ternama, karyawan teladan yang tidak pernah mendapat promosi, dan istri yang melepaskan karier serta kebebasannya demi mengasuh anak. Kim Ji-yeong mulai bertingkah aneh. Kim Ji-yeong mulai mengalami depresi. Kim Ji-yeong adalah sosok manusia yang memiliki jati dirinya sendiri. Namun, Kim Ji-yeong adalah bagian dari semua perempuan di dunia. “ Kim Ji-yeong, Lahir Tahun 1982 adalah novel sensasional dari Korea Selatan yang ramai dibicarakan di se...

Ke Mana Kita Akan Pergi Setelah Menemukan Arti Pulang? | Pergi #bookreview27

Image
  Tere Liye - Pergi Judul: Pergi Penulis: Tere Liye Penerbit: Republika Tahun terbit: 2018 Ketebalan: iv+455 halaman ISBN: 9786025734052   “Sebuah kisah tentang menemukan tujuan, kemana hendak pergi, melalui kenangan demi kenangan masa lalu, pertarungan hidup-mati, untuk memutuskan ke mana langkah kaki akan dibawa pergi.” . . . Membaca novel karya Tere Liye yang satu ini, seperti sedang bertamasya ke museum tentang para penguasa shadow economy,   black market , atau dalam bahasa Indonesia sering disebut pasar gelap. Dengan golakan batin seorang Bujang, Tere Liye mampu meramu cerita Pergi menjadi sebuah cerita yang sarat makna, sekaligus penuh kejutan di sana-sini. Di sini, kita akan menemukan cerita tentang bagaimana para penguasa shadow economy mempertahankan eksistensinya, atau bahkan memperluas wilayah kekuasaannya, yang kemudian menjelma jadi perusahaan multinasional, konglomerasi raksasa. Baca review lainnya:  Arah Langkah | #bookreview26 Bagai sedang belajar d...

Arah Langkah | #bookreview26

Image
Fiersa Besari - Arah Langkah Penulis : Fiersa Besari Penerbit : Mediakita Tahun terbit : 2018 Ketebalan : iv + 300 halaman ISBN : 978-979-794-561-9 Bulan April, tahun 2013, berawal dengan niat dan tujuan yang berbeda -salah satunya karena hati yang terluka, tiga pengelana memulai sebuah perjalanan menyusuri daerah-daerah di Indonesia. Lewat cara yang seru tapi menantang, mereka tidak hanya menyaksikan langsung keindahan negeri ini, mereka juga harus menghadapi pertarungan dengan kegelisahan yang dibawa masing-masing. Arah Langkah bukan sekadar catatan perjalanan yang melukiskan keindahan alam, budaya, dan manusia lewat teks dan foto. Tetapi juga memberikan cerita lain tentang kondisi negeri yang tidak selalu sebagus seperti di layar televisi. Meskipun begitu, semua daerah memang memiliki cerita yang berbeda-beda, namun di dalam perbedaan itu, cinta dan persahabatan selalu bisa ditemukan. … Fiersa menuturkan kisah perjalanannya mengelilingi Indonesia denga...

Tentang Soegija dan Agresi Militer Belanda II | Soegija In Frames #bookreview25

Image
FX. Murti Hadi Wijayanto, SJ - Soegjia Judul: Soegija In Frames Penulis: FX. Murti Hadi Wijayanto, SJ Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) Tahun terbit: 2012 Ketebalan: xii+217 halaman ISBN: 978-979-91-0453-3 “Kemanoesiaan itu satoe, bangsa Indonesia itu satoe, kendati berbeda meroepakan satoe keloearga besar.” Demikian tulis Soegijapranata dalam catatan hariannya pada masa awal pecahnya Perang Dunia II. Pemikiran itulah yang kemudian mendasari seluruh pergulatannya sebagai seorang Katolik sekaligus patriot sejati di zaman pergerakan perang kemerdekaan. Kisahnya yang begitu menyentuh dan inspiratif kemudian diangkat secara apik dalam film Garin Nugroho berjudul Soegija . Dalam buku Soegija In Frames ini, pembaca akan disuguhi shoot-shoot penting dan gambar-gambar di balik layar film Soegija, disertai catatan-catatan kecil tentang rujukan sejarah, proses syuting, dan keteladanan hidup Soegijapranata. Menelusuri kembali kiprah Soegija melalui putaran...

Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi | #bookreview24

Image
Seno Gumira Ajidarma - Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi Judul: Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi Penulis: Seno Gumira Ajidarma Penerbit: Jogja Bangkit Publisher Tahun terbit: 1995 Ketebalan: iv+212 halaman ISBN: 978-602-0818-51-1 Salah tik: 5 Bagaimana jika Anda dilarang menyanyi di kamar mandi dengan alasan suara Anda menimbulkan imajinasi yang meresahkan masyarakat republik ini? Relakah Anda dilarang menyanyi di kamar mandi hanya karena imajinasi telah membuat banyak orang tidak tahu diri? Sudikah nasib Anda ditentukan oleh orang banyak tanpa alasan yang masuk akal tentang suara nyanyian Anda setiap kali mandi? Mungkinkah Anda hidup dalam masyarakat yang mungkin saja suatu ketika melarang Anda menyanyi di kamar mandi? Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi, kisah perempuan seksi, dipersembahkan dalam dua versi. … Ini sebenarnya merupakan buku kumpulan beberapa cerpen karya Seno Gumira Ajidarma. Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi adalah cerita awal yang be...